“NAPOMBARU” ATOL YANG SERING MENGUNCANG TALAUD

“NAPOMBARU” ATOL YANG SERING MENGUNCANG TALAUD

​Napombaru adalah sebuah Pulau Kecil berpasir putih yang berada di Barat Daya Kabupaten Kepulauan Talaud, tidak ada yang tau pasti sejak kapan pulau ini terbentuk. Napombaru yang berasal dari kata daerah “NAWARUA’NA” yang berarti berubah dan diyakini oleh beberapa warga Talaud merupakan Gunung Dibawah laut, dengan terlihatnya kepulan asap yang sering keluar dari antara batuan karang di sekitar pasir putih pada saat air laut sedang surut.tidak sedikit kejadian gempa di kabupaten Talaud yang berskala kecil disebabkan oleh pulau ini. 
Dibalik semua itu Napombaru memiliki cerita yang tidak kalah menarik, cerita rakyat yang menjelaskan bagaimana Napombaru ini tercipta.

Pada jaman dahulu kala ada seorang lelaki bernama Lawongo (Warga desa Damau) yang kesehariannya adalah berburu. soal berburu Lawongo merupakan seorang yang sangat ahli, tidak pernah sekalipun ada buruan yang lolos dari tangan Lawongo. dalam kesehariannya sebagai seorang pemburu Dia ingin hidup berumah tangga dan beranak cucu, kemudian Lawongo memutuskan untuk mencari seorang wanita yang mau dijadikan istrinya di Desa Pangeran. 

Pencarian Lawongo di desa pangeran berbuah manis, ada seorang wanita yang cantik jelita menerima Lawongo untuk menjalin kehidupan berumah tangga, dan merekapun menikah.

Kehidupan rumah tangga mereka dilalui dengan kebahagiaan, bahkan di kalangan masyarakat kehidupan rumah tangga Lawonggo dan istrinya merupakan rumah tangga yang paling harmonis.

Lawonggo dan Istrinya menjalani kehidupan rumah tangga seperti biasanya, hingga pada suatu hari Lawonggo seperti biasa melakukan aktifitasnya yaitu berburu. sudah seharian lawonggo pergi ke hutan namun tidak ada satupun hasil buaruan yang dia dapat.

Dengan rasa malu (karena ini pertama kali Lawongo tidak berhasil membawa pulang hasil buruan) dan berat hati Lawonggo pulang ke rumah tanpa membawa hasil buruan, sesampainya di rumah Lawongo langsung tertidur. di dalam tidurnya Lawonggo bermimpi bahwa dia berhasil membunuh hewan buruannya, dalam mimpinya Lawongo dengan gagah berani dapat menakklukan hewan buruannya dan dengan sekali tusukan. setelah selesai membunuh buruannya Lawongo pun terbangun dari tidurnya, dan betapa terkejutnya Lawongo ketika melihat kondisi tempat tidurnya sudah penuh dengan darah.

Pada saat Lawongo menoleh ke samping, Lawongo sangat terkejut karena istrinya yang cantik jelita telah terbunuh. saat itu juga Lawonggo sadar akan mimpinya, ternyata dalam mimpinya dia membunuh hewan buruan namun di kenyataan di telah membunuh istrinya sendiri.

Dengan kejadian itu lawongo sangat bersedih dan selalu menyalahkan dirinya sendiri, sehingga Lawongo memutuskan untuk mengubur dirinya hidup hidup bersama dengan istrinya nanti.

Tiba saatnya hari penguburan untuk istri Langowo, dan Langowo meminta masyarakat untuk menguburkan dirinya hidup – hidup bersama dengan istrinya. Namun sebelum dikuburkan Langowo meminta masyarakat, selain menguburkan dia bersama dengan istrinya Langowo juga ingin dikubur bersama dengan peralatan berburunya dan sebuah Seruling yang biasa dia gunakan untuk berburu dalam memanggil Burung, kemudian di kuburnya itu buatlah sebuah lubang kecil untuk dia bernafas. 

Dan Lawongo pun berpesan bahwa “jika dalam waktu 3 (tiga) hari suara suling saya sudah tidak berbunyi, akan ada sesuatu berwarnah putih yang akan keluar dari dasar laut, dan janganlah ada satupun masyarakat yang terkejut akan kejadian itu.”

Hari pertama setelah Lawongo dikuburkan masyarakat masih mendengar suara seruling Langowo dari dalam kubur, suara seruling yang dimainkan dengan nada yang sangat indah menggambarkan penyesalan yang ada di dalam hati Langowo

hari kedua pun masih terdengan tiupan seruling yang sama dari dalam kubur namun sudah semakin perlahan suara itu terdengar, 

hari yang ketiga Suara Tiupan seruling Langowo masih terdengar, bahkan bagi masyarakat suara tiupan seruling Langowo sudah menjadi hal yang dinantikan karena sungguh merdu.

hari keempat setelah kematian Langowo masyarakat menantikan suara tiupan seruling Langowo dari dalam kuburnya, namun menjelang petang suara seruling Langowo tak kunjung terdengar, bersamaan dengan itu pula terlihat di kejauhan sebuah benda berwarna putih keluar dari dalam air dan menampakkan wujudnya di permukaan laut.

melihat kejadian itu sebagian masyarakat terkejut akan apa yang yang terjadi, namun seperti pesan Langowo pada saat sebelum dia dikubur bahwa jangan ada masyarakat yang terkejut. seketika itu pula benda berwarna putih yang keluar dari dasar laut berhenti menampakkan wujudnya.

itulah yang sekarang kita kenal dengan Nama NAPOMBARU (bahasa daerahnya “NAWARUA’NA) atau dengan kata lain Berubah.

hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun sejak kematian Langowo namun Pulau Napombaru masih tetap berada disana sampai sekarang. bahkan Pulau ini sering dijadikan tempat untuk meangkap ikan bagi masyarakat Kabaruan, Terlebih Khusus Kecamatan Damau.

bahkan ada beberapa hal unik sering terjadi di pulau ini yang dialami oleh para nelayan. Pada saat kita akan menangkap ikan di pulau ini dan mendengar suara tangisan, dapat dipastikan kita akan mendapat hasil tangkapan yang melimpah. 

lain hanya jika kita mendengar suara orang tertawa itu menandakan kita tidak akan mendapatkan ikan satupun.

dan juga sering terdengar suara lolongan anjing serta ayam yang berkotek, sedangkan pulau ini adalah pulau yang kosong yang tidak dihuni siappun dan tidak ada tumbuhan apapun

dan sampai sekarang pun tidak ada yang tau pasti dimana letak kuburan dari Langowo dan istrinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Follow by Email