Masih tentang suatu malam

Masih tentang suatu malam

Malam ini, setelah lebih dari setahun berlalu, aku melihatnya kembali.

Raut wajah yang sama ketika aku pertama melihatnya, tidak ada yang berubah, ya tidak ada.

Senyumnya, cara bicaranya, tatapannya, dan semua tentang dia tidak ada yang berubah.

Mungkin yang berubah adalah sikapnya kepadaku, atau mungkin aku yang terlalu terbawa perasaan.

Malam ini, setelah lebih dari setahun. aku terlalu kaku, bahkan untuk menyapanya saja diriku tak mampu.

Terpancar jelas semua keceriaan, kebahagiaan, dari raut wajahnya. yang sesekali kucuri untuk dipandang.

Baca juga : Malam indah berakhir pilu

Malam ini, setelah lebih dari setahun, khawatir itu masih tersisa di dalam lubuk hati paling dalam. bagaimana dia akan pulang, dengan siapa dia akan pulang, karena malam semakin larut.

Namun semua kekhawatiran terjawab sudah, dia telah menemukan sosok yang bisa menjaganya. Tidak seperti aku yang tak pernah bisa menjadi sosok yang dia inginkan. setidaknya itu alasan mengapa sekarang kami tak lagi sama seperti dulu.

Malam ini, setelah lebih dari setahun, aku bisa melihat sosok itu. sosok yang namanya beberapa kali saya dengar terucap dari mulutnya.

Sebuah kebohongan jika aku harus bilang bahagia melihat mereka, namun sebuah keanehan jika aku harus membenci melihat mereka.

Aku yang bukan lagi apa-apa dan siapa-siapa, sangat tidak masuk akal jika memberikan respon yang berlebihan. karena dalam kasus ini tidak ada yang merampas dan dirampas.

Malam ini, setelah lebih dari setahun, aku hanya bisa meyakinkan diri ini tentang semua hal.

Manado, Kamis 15 Oktober 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
RSS
Follow by Email