Ketika semuanya harus tergantikan

Ketika semuanya harus tergantikan

Bagi sebagian orang, tidak mudah mengantikan sesuatu yang sudah begitu lama menemani hari – hari kita dengan sesuatu yang baru.

Dan ini bukan soal tidak memiliki kemampuan untuk mengantinya, tapi lebih ke semua kenangan yang telah dialami atau bahkan dilewati.

Mungkin juga bagi sebagian orang lain, begitu mudah mengantikan sesuatu yang mereka anggap sudah usang dengan sesuatu yang baru.

Dan saya masuk pada sebagian orang yang tidak mudah untuk menggantikan sesuatu dengan yang baru, walaupun saya tau itu sudah usang bahkan rusak sekalipun.

Saya bertumbuh ketika jaman dimana kita lebih memilih untuk memperbaiki sesuatu dibanding menggantinya dengan yang baru , apapun itu.

Dalam kehidupan saya begitu banyak hal yang, saya lebih memilih untuk diperbaiki daripada harus mengantinya dengan yang baru.

Kiri Jam lama, Kanan Jam Baru

Butuh waktu kurang lebih 3 tahun agar aku benar-benar yakin harus menganti jam yang lama dengan yang baru, dan itupun ketika jam lama sudah benar – benar tidak bisa diperbaiki.

Kiri tumbler baru, Kanan tumbler lama

Yang lama sudah menemani hampir setiap perjalanan yang saya lakukan lebih dari 2 tahun

Kiri sepatu baru, Kanan sepatu lama

Sejak 2014 sepatu lama menenami setiap perjalanan yang saya lakukan, tak pernah mengeluh, walau pernah sekali membuat saya cidera karena solnya patah. Namun tidak serta merta saya mengantinya. Saya mencoba memperbaikinya dengan mengirim ke pusat service sepatu. dan hanya bertahan 2 tahun.

Kali ini dia sudah tak tertolong lagi, mungkin dia sudah lelah dengan semua aktifitas, perjalanan yang saya lakukan dan dengan berat hati harus digantikan dengan yang baru.

Dan masih banyak lagi barang yang terlalu sayang untuk diganti dengan yang baru karena begitu banyak kenangan yang telah tercipta.

Dan sialnya hal itu tak hanya berlaku untuk urusan barang, dia telah masuk sampai ke urusan hati. Sangat tak mudah untuk mengantikan seseorang yang pernah ada di dekatmu dengan yang baru.

Salah saya adalah, ketika hubungan itu rusak, saya tak pernah mampu untuk memperbaiki. dan akhirnya semua menghilang secara perlahan tanpa bisa untuk di dekap.

Mungkinkah aku akan mengantikan dia dengan yang baru? hanya Tuhan dan hati ini yang tahu

Ini adalah awal kisah perjalanan sepatu berjenis phyton yang baru dibelikan oleh teman untuk saya gunakan karena dia merasa kasihan melihat saya tak kunjung menganti sepatu colombia saya yang sudah usang dan bahkan rusak.

Kemana dan sampai kapan sepatu ini akan menemani saya, saya belum tau dan masih menjadi rahasia ilahi.

Manado, 16 Oktober 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Follow by Email