Tentang kita dan sebuah Note [Part 1 : Cinta dan Air Terjun]

Tentang kita dan sebuah Note [Part 1 : Cinta dan Air Terjun]

Baca Juga : Ketika semua berakhir

Dalam kondisi yang masih dirundung kegalaun, hari itu Randi mencoba menghibur diri dengan melihat lagi semua kenangan yang pernah dilakukan mereka berdua. Foto – foto dan beberapa catatan catatan yang ada di laptop Randi. Tatapan randi terhenti pada sebuah note dengan tulisan “Rencana traveling With Love Dang” Love dang adalah julukan yang diberikan Randi untuk Nova. di situ sudah tertulis semua lokasi dan waktu kapan untuk melakukan perjalanan. Ternyata tanpa sepengetahuan Nova, Randi sudah merancanakan beberapa perjalanan untuk mereka berdua, di antaranya adalah pendakian gunung, menuju ke air terjun, dan ke pantai

Traveling with love dang
Rencana traveling bersama Nova

Dalam kegalauan, Randi memutuskan untuk menyelesaikan semua perjalanan yang ada di dalam list dengan harapan dia bisa melupakan Nova.

pertama yang akan dikunjungi adalah sebuah air terjun, seperti biasanya Randi mempersiapkan semuanya sebelum melakukan perjalanan,

Randi mempersiapkan semua kebutuhan untuk bepergian, dari kamera, peralatan berkemah, dan perbekalan. Akhirnya pukul 10 pagi Randi keluar dari rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor kesayangannya. Selama perjalanan Randi selalu terbayang kenangannya dengan Nova.

Randi terbayang bagaimana, mereka berjanji untuk saling jujur, saling memahami

Randi teringat ketika Nova mengajak naik gunung dan sempat menyebut nama Nan temannya

Puisi : Doa, Harap, Bahagia

Tanpa terasa Randi hampir tiba di desa dimana air terjun itu berada, Randi langsung memarkir motor di tempat yang aman dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki kurang lebih 30 menit.


Ketika Randi sudah memasuki air terjun, dia melihat seorang wanita sedang berdiri di atas jembatan sambil merentangkan tanganya. Dari gayanya terlihat wanita ini mau bunuh diri. Perlahan Randi menghampiri dia dan ingin menolong wanita itu.

Wanita itu menyadari kalau ada Randi sedang memdekati dia. Setelah jarak mereka sudah cukup dekat, Randi langsung berkata pada wanita itu “jika mau bunuh diri jangan disini, sungainya tidak dalam dan berbatu. Kemungkinan besar kamu tidak akan mati, hanya mengalami beberapa patah tulang ”. Wanita itu kemudian menatap Randi dengan tatapan yang sangat kosong seperti sedang sebuah masalah yang sangat berat.

Randi kemudian lebih mendekat kearah wanita itu sambil berkata, “bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah, masalah pasti akan selalu ada, yang perlu kita lakukan hanyalah jangan pernah mencoba untuk menghindarinya”.

Wanita itu kemudian duduk di atas jembatan. Kemudian menatap air terjun dengan tatapan kosong. Sambil dia menikmati kesendiriannya, Randi mencoba mebuka percakapan lagi “Air terjun mengajarkan saya kerendahan hati dan kesabaran, kerendahan hati sebuah air yang awalnya dia berada di puncak kemudian akan jatuh dan mengalir ke tempat paling bawah, dan dia tidak merasa rendah diri, karena dia suatu saat dia akan menguap dan kembali ke atas. Kesabaran sesabar batu terhadap air. Setiap detik air akan menghantam batu dan mengikisnya menjadi pasir, tapi batu sadar bahwa kikisan udara akan membentuk dia menjadi lebih indah ”

Wanita itu hanya terdiam sambil masih menatap air terjun. Melihat tidak ada respon yang baik dari wanita itu, Randi merasa bahwa kehadirannya mengganggu wanita itu. Dan Randi pun memohon pamit untuk membuka tenda. Dan sekilas wanita itu memperhatikan kepergian Randi

Selesai membuka tenda, dan sedang menyiapkan perbekalan untuk memasak, Randi melihat wanita itu datang dan kemudian langsung duduk di depan Randi.

terima kasih atas nasihatnya tadi, tapi saya tidak sedang ingin bunuh diri. Saya hanya sedang mengeluarkan keluh kesahku kepada alam. Karena bagiku alam adalah teman yang tidak akan pernah mendustai kita dan meengajarkan kita banyak hal. Dan terima kasih juga atas filosofi air terjunya, wanita itu berkata sambil tersenyum kepada Randi.

Saya Randi, memperkenalkan diri pada wanita itu sambil tanganya sedang sibuk mengatur peralatan untuk memasak. karena malam itu randi berencana untuk menginap di air terjun.

Saya Cinta, jawab wanita itu dan kemudian dia terdiam kembali.

Dalam suasana yang kaku, Randi menawarkan kopi kepada Cinta, sambil bertanya pada wanita itu.

“ apa yang kamu alami pasti sangat berat, sehingga membuat seorang wanita berani untuk ke tempat ini sendirian.” Randi membuka percakapan dengan wanita itu sambil menyodorkan segelas kopi padanya.

Cinta hanya tersenyum melihat Randi dan meminum kopinya.

Kemudian suasa menjadi sepi, hanya terdengar suara derasnya air terjun dan aliran air, sambil sesekali tatapan randi dan cinta saling bertemu.

“ke alam adalah cara saya untuk menyembuhkan diri dari luka apapun yang saya alami, melihat dari wajahmu, kamu juga pasti sedang ingin menyembuhkan diri” Cinta memecah keheningan diantara kami.

Randi tersenyum menatap Cinta

“saya kesini karena list ini, seharusnya saya kesini berdua dengan sesorang. List ini sudah saya rencanakan sejak lama. Dan tempat ini adalah tempat pertama yang akan kami kunjungi”

Kemana perginya temanmu itu? Apakah dia mati?

“Dia tidak mati, dia hanya menghilang dari kehidupan saya, dan menjadi cahaya di kehidupan orang lain. Dengan saya kesini saya mencoba untuk menepati janji saya terhadap diri saya sendiri. Dan seperti kamu, saya juga sedang mengeluarkan keluh kesahku pada alam.”

“Jika cahaya itu adalah seorang wanita, Cahaya itu akan hilang dan berpindah jika tidak di jaga dan dihargai”, Cinta menatap Randi

Puisi : Mentariku

Kemudian randi teringat bagaimana kata kata nova ketika mereka bertengkar “saya selama ini tidak mendapatkan sosok yang bisa menjaga saya, bahkan untuk curhat saja saya harus mencari orang lain”

“wanita adalah mahluk yang sangat kompleks, kamu tidak akan meengerti wanita jika dia tidak mengijinkanmu untuk mengerti”

Randi teringat ketika pertengkaran dengan Nova, dan Nova hanya terdiam tanpa berkata apapun.

Perempuan butuh komitmen dan bukan hanya sekeedar sebuah janji dan kata – kata

Randi teringat akan komitmeen janji jari kelingking yang dia dan Nova pernah ikrarkan bersama – sama.

Memangnya sudah sejauh mana hubungan kalian? Jika baru sampai pada tahap membicarakan soal kelanjutan hubungan, menurut saya itu masih sangat jauh.

Randi teringat akan percakapan antara dia dan Nova tentang pertungan dan pernikahan yang indah dengan konsep sederhana. Namun ketika Randi bertanya pada Nova kapan kira kira orangtua Randi bisa datang, Nova hanya berdiam diri tanpa menjawab

Hari sudah hampir malam, kemudian Randi menawarkan cinta untuk menginap saja di sini, karena jika Cinta pulang dia pasti akan kemalaman di perjalanan. Dan keebetulan randi membawa perbekalan yang cukup untuk 2 orang.

Cinta menyetujui peenawaran Randi dengan catatan cinta yang akan memasak untuk makan malam kali ini.

Randi kemudian memberikan perbekalan pada Cinta dan cinta mulai memasak, mulai dari mengupas bawang dan memotong sayuran. Dan lagi lagi Randi membayangkan bahwa itu adalah Nova.

Sementara Cinta memassak, Randi mengambil air dan mencoba membuat api untuk sekedar menghangatkan, dan setelah itu randi tertidur.

Tiba tiba randi terbangun karena suara cinta yang memanggil randi untuk makan malam,

Sementara mengambil makan malam, randi teringat bagaimana ketika akan makan Dia dan Nova pasti berdoa bersama, dan sesekali Nova pasti menyuapi Randi jika randi sedang sibuk bekerja.

Tiba tiba suara cinta menyuruh makan membuyarkan lamunan randi.

Makan malam terlewati degan bunyi aliran air sambil sesekali terlihat senyum sumringah dari wajah Randi dan cinta

Hari sudah sangat larut, Randi dan cinta memutuskan untuk tidur. Sementara berbaring, randi berterima kasih kepada Cinta karena telah mencoba memahami masalah yang dia hadapai. Dan randi pun bertanya pada Cinta mengapa dia ke sini sendirian.

Cinta hanya menoleh kearah randi, kemudian berkata “ tidurlah masih ada hari esok untuk menceritakan kisahku padamu”

Kemudian mereka berdua tertidur,

Pagi harinya Randi terbangun dari tidurnya  seorang diri di dalam tenda, Cinta sudah tidak ada disampingya. Randi bergegas keluar mencoba mencari cinta, namun tidak ketemu. Tapi di luar sudah tersedia sarapan dengan secarik surat yang bertuliskan “jika alam berkenan, maka kita akan dipertemukan lagi di tempat lain dan akan kuceritakan kisahku padamu. Terima kasih atas kisahmu, membuat aku bisa memahami arti cinta dari sisi seorang lelaki”

Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Follow by Email