Tentang kita dan sebuah Note [Part 2 : Soputan dan semua kenangannya]

Tentang kita dan sebuah Note [Part 2 : Soputan dan semua kenangannya]

Randi begitu penasaran terhadap sosok Cinta yang ditemuinya di air terjun itu. Selain nama, tidak banyak informasi yang bisa didapatkan oleh Randi mengenai Cinta.

Lupakan sementara soal note yang direncanakan itu, di penghujung tahun, Randi mencoba untuk melakukan napak tilas semua perjalanan yang dia lakukan bersama Nova.

Randi berencana untuk mendaki semua gunung yang pernah dia dan Nova daki, dengan harapan bahwa setelah melakukan itu Randi akan benar – benar melupakan Nova.

Dan gunung yang dipilih Randi adalah Gunung Soputan, gunung ini adalah gunung yang spesial buat Randi. Karena gunung ini adalah gunung pertama yang didaki oleh Randi, ketika mau belajar naik gunung, dan hanya Nova wanita satu – satunya yang ditembak Randi di gunung ini.

Walaupun Nova bukan wanita pertama yang jadian dengan Randi diatas gunung, Randi berharap gunung ini akan menjadi saksi cinta kasih antara mereka berdua. Karena gunung ini sangat berkesan bagi Randi.

Akhir pekan di minggu terakhir bulan itu menjadi waktu yang pas buat Randi melakukan perjalanan, Empat hari sebelum tahun baru, Randi memutuskan untuk mendaki gunung Soputan, kemudian melanjutkan ke gunung Mahawu, dan berakhir di Gunung lokon.

Baca Juga : Part 1 Cinta dan Air Terjun

Seperti kebiasaan Randi, dia selalu mempersiapkan segala kebutuhan pendakian dengan seksama. Mulai dari peralatan sampai ke perbekalan. Akhirnya, di hari sabtu Randi melakukan perjalanan menuju ke gunung itu. masih ditemani motor kesayangannya dan ransel 75 liter andalannya.

Selama perjalanan menuju pos 1, sesaat Randi terhenti melihat hamparan bunga berwarna kuning seperti bunga matahari, Randi tak tahu persis nama bunga itu. Tapi Randi langsung teringat ada suatu masa ketika Randi secara diam – diam memetik bunga itu dan menancapkannya di Ransel Nova, Ketika Nova menyadari itu, dia bertanya pada Randi “untuk apa ini?” Randi hanya tersenyum sambil terus berjalan.

Akhirnya Randi tiba di Pos 1, tempat dimana semua pendaki diwajibkan untuk menuliskan data diri sebelum melanjutkan perjalanan ke basecamp. Selesai menulis buku registrasi, Randi beristirahat sejenak di sebuah gubuk yang berada di depan pos 1, dan tiba-tiba hujan pun turun. Seketika Randi langsung terbayang ada satu masa ketika kaki Nova sangat kedinginan karena hujan, dan Randi mengoleskan minyak gosok, namun minyak yang digosok terlalu banyak, sehingga kaki Nova menjadi sangat panas, dan Randi hanya tertawa melihat itu. Lumunan Randi langsung buyar ketika ada suara yang mengajaknya untuk makan. Ternyata suara itu adalah suara Om No, penjaga Pos 1.

Selesai makan dan beristirahat sejenak, Randi memohon pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju ke basecamp. Mendekati pos istirahat pinus 1, Randi mendengar suara seorang wanita yang mirip dengan suara Cinta. Randi mempercepat laju perjalanan karena penasaran dengan suara wanita itu. Setibanya di pos istirahat ternyata wanita itu bukan sosok Cinta. Randi merasa kecewa dan langsung melanjutkan perjalanan tanpa berhenti di pos istirahat pinus 1.

Baca Juga : Ketika Semua Berakhir

Sebelum tiba di basecamp, Randi mampir untuk mengisi botol air di tempat pengambilan air. sementara mengisi air Randi terbayang ketika pagi hari menemani Nova untuk mencuci peralatan masak dan makan, dan sekedar mencuci muka kemudian menggosok gigi di tempat pengambilan air. “kak airnya sudah penuh” suara seorang wanita mengagetkan Randi. Randi kemudian langsung membereskan semua botol minum yang terisi air dan melanjutkan perjalanan menuju ke basecamp.

Saat mendaki gunung, Randi biasanya akan memilih tempat yang cukup jauh dari keramaian. ya Randi sangat berbeda dengan pendaki lainnya, Randi ketika naik gunung lebih memilih untuk menyendiri dan menikmati keheningan dan ketenangan alam.

Di gunung itu, Randi memiliki tempat favorit. setiap kali dia ke gunung, pasti akan membuka tenda di tempat itu, kecuali sudah ada yang lebih dulu menempatinya. Hari hampir gelap saat Randi akan membuka tenda, tiba – tiba hujan deras turun, dengan cepat Randi membuka flysheet untuk membuat perteduhan sementara. Sementara mananti hujan reda, “disana ada flysheet, ayo berteduh disana” terdengar suara wanita sambil mendekat kearah Randi.

“Sore kak, bisa kita gabung untuk berteduh?” suara seorang wanita sambil mendekat dan berdiri di depan Randi.

Sambil menggeser sedikit duduknya, Randi mempersilahkan mereka duduk “silahkan”

Dari percakapan, Randi mengetahui nama mereka Sari dan Putri. Ternyata mereka berdua naik gunung karena menyusul teman yang sudah naik terlebih dulu. Tapi saat sedang mencari teman mereka, turun hujan deras dan mereka melihat flysheet Randi.

Hujan pun reda, dan mereka berdua berpamitan untuk mencari teman mereka, sebelum mereka pergi Randi sempat mengatakan jika tidak menemukan teman mereka, mereka berdua bisa datang lagi karena tenda dan perbekalan Randi cukup untuk bertiga.

Selepas kepergian mereka berdua, Randi melanjutkan aktifitasnya membuka tenda. Sebelum benar-benar gelap Randi sempat mencari kayu bakar untuk sekedar menghangatkan diri di malam hari.

Malam semakin larut, sebelum Randi tertidur dia sempat teringat malam dimana Dia mengungkapkan perasaannya pada Nova, Malam itu dalam kondisi berbaring, Randi membisikkan pada Nova jika dia menyukai Nova, Randi sambil tersenyum mengingat moment itu, karena pada malam itu Nova meminta sebuah syarat aneh yang harus Randi lakukan. Akhirnya malam itu mereka berdua jadian, karena syarat yang diberikan Nova bisa dipenuhi oleh Randi.

Berbeda ketika berada di rumah, saat berada di gunung Randi pasti akan terbangun lebih pagi. Karena Randi tidak ingin melewatkan dinginya udara gunung pagi hari dan indahnya matahari terbit. Pagi itu kabut tipis masih menyelimuti basecamp, Randi langsung mengambil kamera dan berjalan – jalan di basecamp untuk sekedar mencari moment menarik yang dapat di potret. Sementara memotret, Randi terkejut melihat sosok seseorang memakai tudung kepala  berdiri diantara pepohonan yang dipenuhi kabut tipis. Karena penasaran Randi mencoba mendekati sosok tersebut sambil menyapanya, namun tidak ada jawaban. Semakin Randi mendekat, semakin jelas sosok itu. Saat Randi tepat berada di sampingnya Randi mencoba menyapanya, namun dia hanya menoleh ke arah Randi lalu kemudian melanjutkan aktifitasnya berdiri sambil menghadap jauh ke puncak gunung yang terlihat dari tempat kami berdiri. Teryata sosok itu adalah Putri, wanita yamg kemarin sore berteduh di tempat Randi. Sesaat mereka terdiam, Randi merasa bahwa dia ingin sendiri, akhirnya Randi memutuskan untuk meninggalkan dia dan melanjutkan lagi aktifitas memotretnya.

Randi sementara memasak, saat matahari secara perlahan mulai menampakkan wajahnya. Pagi ini Randi memasak sarapan dan makan siang lebih awal karena Randi berencana akan menuju ke puncak.

Baca Juga : Malam Indah Berakhir Pilu

Setelah sarapan, Randi mempersiapkan diri untuk menuju ke puncak. Saat melewati basecamp, terlihat beberapa rombongan sepertinya sedang mempersiapkan diri juga menuju ke puncak. Namun Randi tidak melihat sosok Putri dan Sari, Randi berharap dapat bertemu mereka lagi saat ke puncak.

Seorang diri Randi menuju ke puncak, dengan perbekalan yang sudah dipersiapkan. Perjalanan ke puncak memakan waktu cukup lama bagi Randi, karena Randi sesekali berhenti untuk memotret. Memasuki hamparan buah krenten, Randi melihat seorang wanita yang terlihat begitu gembira karena bisa memanen buah krenten. Memang pada akhir tahun biasanya buah krenten di jalur menuju puncak akan berbuah sangat banyak. Randi memperhatikan wanita itu ternyata adalah Sari, tapi Randi tidak melihat Putri bersama dia. Randi langsung melanjutkan perjalanan menuju ke pandandangan, yang merupakan titik istirahat. Setibanya Randi di pemandangan, dia beristirahat sejenak dan terbayang saat Nova juga begitu gembira ketika memetik krenten saat mereka naik bersama. Namun hayalan Randi terganggu dengan telp dari temannya yang menginformasikan  bahwa dia dan pacarnya ingin bersama Randi menghabiskan malam tahun baru di gunung.

Mendapat kabar bahwa temannya mau mendaki Tahun baru bersama, Randi memutuskan untuk tidak menuju ke puncak, dan langsung kembali ke Basecamp untuk bersiap – siap, dan besoknya turun dari soputan kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Gunung Mahawu.

Leave a Reply

%d bloggers like this: