Oleh-oleh

Oleh-oleh

Hampir menjadi kebiasaan semua orang jika kita dari bepergian pasti membawa oleh-oleh.

Tapi tidak bagiku, sejak dahulu aku tidak pernah pulang membawa oleh-oleh walau kemanapun aku pergi, selain untuk orang tuaku.

Alasannya sederhana, karena aku tidak pernah meminta oleh-oleh kepada siapapun yang sedang bepergian.

Namun aku mematahkan rekorku sendiri, akhirnya aku terbiasa membawa oleh-oleh untuknya.

Bagiku itu bukan hanya sekedar oleh-oleh, didalamnya terdapat harapan, rindu, dan cinta.

Kali ini aku kembali, masih dengan oleh-oleh yang sama, namun di dalamnya apakah masih ada harapan, rindu dan cinta?

Aku sendiri tak bisa menjawabnya, aku hanya tak bisa menghentikan keinginan ku untuk membelinya.

Logikaku berkata “untuk apa dibeli, dan untuk siapa?, buang saja”

Namun kali ini logika dan ototku sudah tidak sinkron, otot ini terasa berat untuk mengikuti kata logika.

Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya…

Talaud,130521

Leave a Reply

%d bloggers like this: