Hari itu

Hari itu

angin bantu aku mencerna semua ini,
aku ada pada titik mulai bingung membedakan rasa.

Senang, bahagia sudah pasti. akhirnya ku bisa melihat senyum itu dari dekat, bahkan sangat dekat.

Namun ada saat aku merasa kehadiranku tak diharapkan, tetiba di dekatnya usaha untuk membangun komunikasi yang selama ini adalah hal mudah bagiku, menjadi sangat sulit dan monoton.

Masih perlukah ku untuk jaim? walau itu bukan keahlianku.

aku Ibarat driver ojol yang enggan berkomunikasi dengan penumpangnya, takut mengganggu privasi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: