Rumah dan sosok itu

Rumah dan sosok itu

Malam ini aku kembali melewati jalan yang telah lama ku coba untuk lupakan.

Masih dengan orang yang sama, namun denga suasana dan rasa yang tak lagi sama.

Malam ini sengaja tak ku bawa “si petir”, agar dia tak menertawakanku atapun menangisiku.

Malam ini aku kembali ke rumah itu,

Rasionalitas melarangku untuk masuk, karena aku bukan lagi bagian dari mereka.

Namun malam ini, kendali otak di pegang penuh oleh hati, dengan perlahan kaki ini melangkah masuk tanpa bisa ditahan.

Bak memasuki ruang waktu, sepersekian detik semuanya dan tanpa terkecuali, kembali bermain di dalam ingatan ini.

Ingatan yang memang selama ini aku ingat terus menerus

Malam ini, kulihat sosok itu. walau tak bisa bersalaman aku sangat senang melihat sosok itu dalam keadaan sehat dan masih tersenyum kepada saya.

Sosok itu yang secara tidak langsung meragukan kehadiran saya ditengah – tengah mereka,

Hal itu pula yang menjadi motivasi untuk membuktikan bahwa aku mampu menjadi bagian dari mereka.

Tapi itu dulu,

Sekarang,

Ternyata aku tak mampu membuktikannya.

Bitung, 21 Desember 2020

Leave a Reply

%d bloggers like this: